Pages

Banner 468 x 60px

 

Minggu, 05 Agustus 2012

Saat Istri Hamil

0 komentar

Saat Istri Hamil: Suami Berkewajiban Semakin Menyayangi

Seorang suami menyayangi istrinya adalah kewajiban yang sekaligus bernilai ibadah yang semestinya dilakukan pada setiap saat. Namun, ketika istrinya hamil, sungguh rasa sayang dari seorang suami kepada istrinya sangat perlu untuk ditingkatkan. Hal ini dirasa penting karena menurut berbagai penelitian disebutkan bahwa perkembangan janin juga sangat dipengaruhi oleh keadaan psikis seorang ibu yang sedang mengandungnya.
Jika selama mengandung seorang ibu sering cemas, tegang, marah, takut, atau sedih, maka perkembangan janin yang ada di dalam kandungannya pun juga buruk. Sebaliknya, jika selama mengandung seorang ibu hatinya tenang, tidak merasa tertekan, gembira, atau bahagia, maka perkembangan janin yang ada dalam kandungannya pun akan baik.
Maka, seorang suami harus semakin menyayangi istrinya ketika hamil. Menyayangi di sini berarti pengertian, membantu apa yang menjadi kerepotan istri, bisa menjadi pendengar yang baik terhadap apa yang ingin istri sampaikan, memberikan harapan yang positif, dan mengajak dengan lembut untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Mahakuasa.
Rasa sayang seorang suami terhadap istrinya sungguh sangat perlu ditingkatkan lagi ketika istrinya sudah hamil tua. Sebab, hal ini penting agar seorang istri mempunyai ketenangan yang baik dalam menghadapi proses persalinan. Sungguh, ketenangan diri saat persalinan ini mutlak diperlukan agar seorang istri tidak berteriak, menjerit, atau bahkan mengamuk ketika menahan rasa sakit akibat kontraksi.
Rasa sayang seorang suami terhadap istrinya secara psikologis juga bisa mengikis rasa takut, tegang, dan panik ketika seorang perempuan mau melahirkan. Dengan demikian, proses persalinan itu dapat dihadapi dengan keyakinan diri yang baik, tenang, dan tidak panik. Sikap positif seperti ini diyakini bisa mempersingkat proses persalinan dan mengurangi komplikasi medis dalam melahirkan.
Ketenangan dan kebahagiaan seorang ibu yang mengandung ini juga sangat berpengaruh bagi kebaikan janin yang dikandungnya. Pertumbuhan janin akan lebih sehat karena keadaan tenang seorang ibu akan berpengaruh terhadap hormon-hormon yang seimbang ke janin melalui plasenta. Ketenangan, relaksasi, dan kebahagiaan seorang ibu juga bisa meningkatkan vasikularisasi darah di seluruh tubuh, sehingga meningkatkan produksi air susu ibu (ASI).
Sebab Suami Pun Bertanggung Jawab
Tidak sedikit dari para suami yang berpandangan bahwa hamil adalah bagian dari tanggung jawab dan tugas seorang istri. Seorang suami sudah berkewajiban membanting tulang untuk bekerja mencari nafkah, berangkat pagi dan pulang sore. Dan, tugas istri adalah hamil, melahirkan, merawat dan mendidik anak, serta mengurusi pekerjaan rumah tangga. Sehingga, tidak jarang kita menyaksikan seorang perempuan yang hamil tua, tampak kepayahan, namun suaminya tidak memberikan perhatian yang baik terhadap istrinya.
Padahal, merawat dan mendidik anak adalah tugas orangtua: antara suami dan istri. Bahkan, ketika anak masih dalam kandungan pun orangtua sudah sangat perlu untuk memperhatikan perkembangannya. Agar anak dapat berkembang dengan baik dalam kandungan ibunya, baik fisik maupun jiwanya, maka orangtua berkewajiban memperhatikan apa yang dimakan, baik nilai gizi maupun kehalalannya. Dan, perkembangan jiwanya pun perlu diperhatikan; salah satu di antaranya adalah memberikan ketenangan dan kebahagiaan kepada istri yang sedang mengandung.
Lebih-lebih, bila kehamilan istri sudah menginjak tua, ketenangan dan kebahagiaan hatinya ini sangat berpengaruh terhadap persiapan mentalnya dalam menghadapi persalinan. Maka, tak ada kata lain bagi seorang suami yang mencintai istri dan anaknya kecuali semakin menyayangi istrinya dengan sebenar-benarnya. Dengan demikian, semoga proses persalinan dapat berjalan dengan mudah dan lancar. []

0 komentar:

Poskan Komentar